Categories
Kriminal

Jutaan Duit Disita, Bandar Judi Dadu Diciduk Tim Macan Polres Kutim

Kutai Timur belakangan banyak mengungkap kasus perjudian berkat laporan yang diberikan oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian. Salah satu kasus yang membuat para warga geram adalah pelaku judi yang sudah pernah ditangkap beberapa tahun lalu kini kembali membuat masyarakat resah karena melakukan aksinya lagi meski di tempat yang berbeda. Namun karena warga sekitar lokasi yang dijadikan sebagai tempat berjudi akhirnya melapor kepada pihak berwajib, akhirnya para pelaku berhasil diringkus dan diamankan di Polres KuTim.

Penggerebekan lokasi dadu online berawal dari laporan yang sering dilakukan oleh warga sekitar. Karena merasa diresahkan dan juga tidak terima karena lingkungannya dijadikan sebagai sarang maksiat yakni perjudian dadu yang belakangan semakin marak, akhirnya para warga sepakat untuk melaporkannya kepada aparat hukum. Berdasarkan laporan tersebutlah akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan penyamaran guna mengintai aktivitas illegal tersebut.

Proses pemantauan yang dilakukan dalam waktu satu malam saja tersebut akhirnya membuahkan hasil. Begitu polisi meyakini bahwa memang tempat yang dimaksud merupakan lokasi judi dadu, polisi pun segera menyergap tempat kejadian. Tentu saja para penjudi yang masih asyik bermain judi tak menyangka bahwa polisi bisa menemukan sarang judi mereka sehingga taka da satupun pelaku yang bisa berkutik.

Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai timur, Kalimantan Timur, melalui Tim macan berhasil mengungkap kasus perjudian di Kaubun dan menciduk dua pelaku judi dadu dimana salah satunya merupakan sang Bandar. Sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Kasatreskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf yang didampingi oleh Kanit Jatanras, AKP Wirawan Trisnadi dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (16/8/20) mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka perjudian dadu berjumlah dua orang dimana satunya merupakan Bandar sedangkan satu lagi adalah pemain. Keduanya juga bukan orang Kaubun asli yang mana pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendapatkan titik terangnya.

Polisi menemukan uang sejumlah 9.310.000 rupiah saat menangkap dua pelaku perjudian dadu yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti. Total uang tersebut terperinci dalam bentuk ratusan ribu sebanyak 73 lembar, 50 ribuan sebanyak 26 lembar yang jika ditotal senilai 1,3juta rupiah, 18 lembar uang senilai 20 ribuan dimana jika ditotal sebanyak 360 ribu, dan 310 ribu berupa pecahan 10 ribuan berjumlah 10 lembar, serta uang 40 ribu yang dipecah dalam 5 ribuan sebanyak 8 lembar. Pelaku mengaku terjerat ekonomi yang semakin sulit sehingga melakukan kegiatan illegal tersebut.

Tak hanya uang dengan nilai jutaan rupiah saja yang telah diamankan ke Mako Polres Kutim, melainkan juga sejumlah barang yang berupa 3 unit ponsel genggam, 4 buah tas, 1 buku catatan rekap judi, 1 piring kaca warna putih, 7 buah dadu warna putih, 12 buah dadu warna hitam, 4 tutup mangkok dadu warna hitam, dan satu lembar lapak atau karpet dadu.

Dalam konferensi Pers yang digelar, rauf juga menjelaskan bahwa salah satu pelaku yang ditangkap merupakan residivis yang sebelumnya juga sudah pernah dibekuk karena kasus yang sama dengan aksi di tempat berbeda. Namun pelaku satunya yang juga dihadirkan dalam acara tersebut mengaku bahwa dirinya baru pertama kali menggelar permainan judi dadu di tempat tersebut. Rauf sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung penuh dan bersedia melaporkan tindakan illegal tersebut kepada kepolisian sehingga polisi bisa menindak lanjuti kasus tersebut guna meningkatkan keamanan dan ketertiban kawasan Kutai Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *