Categories
Kriminal

Memutar Rp 2 Miliar Sehari, Bandar Judi Bola Online Ditangkap

Jangan pernah berpikir bahwa bermain judi secara online akan membuat Anda aman secara penuh sebab sekarang ini pemerintah sendiri tengah melakukan berbagai upaya demi mengurangi tindakan perjudian di Tanah Air entah itu dalam bentu offline maupun online. mungkin banyak yang berpikir bahwa dengan bermain judi secara online tak akan ketahuan oleh aparat kepolisian tapi nyatanya sudah banyak pelaku judi online yang tertangkap oleh petugas saat tengah melangsungkan aksinya. Tak hanya pemasang judi saja, Bandar judi yang merupakan pusat judi online pun sudah sepatutnya ditangkap untuk mengurangi jumlah penjudi di dalam negeri. Tercatat sudah sangat banyak pelaku judi online yang berhasil diringkus oleh kepolisian saat tengah memainkan game betting kesukaannya.

Seperti yang telah terjadi 5 tahun yang lalu dimana seorang Bandar judi bola berhasil dibekuk setelah memutar perjudian sebanyak 2 milliar setiap harinya. Sebanyak 5 pelaku judi bola online yang melancarkan operasinya di jawa Timur berhasil diamankan personel unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus atau Ditreskrimsus pada Desember 2015 silam.

Permainan judi bola memang taka sing lagi bagi para pecinta game judi sekaligus penikmat pertandingan sepakbola. Apalagi mereka yang memasang taruhan kebanyakan memang merupakan penggila sepakbola sehingga bisa menebak skor atau taruhan lainnya dengan tepat. Dengan begitu maka hasil dari berjudi bisa didapatkan dalam jumlah yang menggiurkan. Dalam penangkapan yang dilakukan para petugas tersebut didapatkan 5 pelaku judi online diantaranya adalah Sabel yang berusia 34 tahun, WC alias Gondol, DH alias Tet, dan MS, dimana masing-masing merupakan warga dari Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam praktek perjudian yang dilancarkan sekelompok pelaku tersebut, didapatkan omzet hingga 2 milliar satu harinya.

Proses penggerebekan sekaligus penangkapan lima pelaku judi bola online dilakukan pada tanggal 13 Desember 2015 seperti yang telah dijabarkan oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Nurrachman di mapolda Jawa Timur pada 15 Desember 2015 kemarin. Dalam prakteknya, Sabel dan kawan-kawannya memanfaatkan momen pertandingan sepakbola baik local maupun luar negeri untuk menawarkan perjudian bola online melalui sebuah website. Tak bisa dipungkiri bahwa jumlah penggemar sepakbola sangatlah banyak sehingga sangat mudah bagi Sabel cs menjaring para pemasang taruhan.

Namun selain membuka bisnis judi bola online, Sabel cs juga memiliki bisnis judi togel atau toto gelap jaringan Singapura. Dalam webistenya, Sabel mematok minimal deposit 10 ribu saja sedangkan untuk judi bola kelompoknya mematok deposit lebih besar dari itu. Setiap pemasang yang ingin bertaruh di website-nya, harus mengirim sejumlah uang melalui transfer bank dimana setiap pemain bisa memasang taruhan berapapun dengan tidak adanya batal maksimal. Sabel cs telah melancarkan kegiatan sebagai Bandar judi bola online selama satu tahun ke belakang dengan jangkauan wilayah meliputi seluruh daerah di Jawa Timur.

Menurut Nurrachman, masih ada satu pelaku yang harus ditangkap dan saat ini statusnya masih Buron dimana orang inilah yang akan menjadi saksi kunci. Kombes RP Argo Yuwono yang merupakan Kepala Bidang Humas Polda jatim pun menambahkan bahwa pihaknya telah menyita uang tunai sebesar lebih dari 5 juta rupiah, 2 buah kartu ATM, 4 lembar bukti transfer, 8 unit handphone, 1 unit laptop, dan kertas rekapan taruhan, yang akan dijadikan sebagai barang bukti.

Para pelaku yang telah ditangkap akan dijerat Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-Undang Tindak Pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *