Categories
Kriminal

Polisi Buru Bandar Judi Casino RBS29 di Apartemen Robinson

Kasus criminal di Indonesia memang semakin hari semakin meningkat. Bukan hanya seputar perampokan, pencurian ataupun pembunuhan, perjudian pun semakin marak apalagi di tengah masa pandemic yang telah melanda bumi ini sejak tahun lalu. Akibat virus corona yang mewabah di muka bumi, tak terhitung lagi manusia yang terkena dampaknya mulai dari terjangkitnya virus hingga kesulitan ekonomi yang memang sudah mendunia. Karena itulah banyak yang akhirnya mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan sehari-hari yakni dengan melakukan perjudian. Jika memainkan judi casino online saja masih bisa tercium oleh aparat kepolisian, maka sudah pasti mereka yang melangsungkan praktek judi secara offline bisa ditemukan dengan oleh para petugas.

Kasus judi offline tersebut terjadi di Indonesia tepatnya di Apartemen Robinson, Jakarta Utara. Di dalam Apartemen tersebut, khusunya lantai 29 dan 30 memang kerap dijadikan sarang perjudian oleh sekelompok penjudi yang dinamakan dengan RBS29 yang mengacu pada Apartemen robinson lantai 29. Minggu tanggal 6 Oktober, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus perjudian tersebut dan menangkap puluhan pemain judi. Sayangnya masih ada beberapa pelaku termasuk Bandar masih belum ditemukan dalam penggerebekan tersebut sehingga polisi masih terus melakukan pencarian.

Baca Juga : Memutar Rp 2 Miliar Sehari, Bandar Judi Bola Online Ditangkap

Awalnya sebelum terjadi penggerebekan oleh polisi, para penjudi masih melangsungkan kegiatan berjudinya seperti biasa. Namun beberapa penjudi nampaknya mengetahui bahwa sarangnya telah tercium oleh aparat hukum dan lokasi pun telah dikepung polisi sehingga banyak pelaku judi yang berhamburan melarikan diri melalui pintu samping. Ada pula pelaku yang berusaha menyelematkan uang hasil kemenangannya di meja judi sebelum kabur dari gerebekan polisi. Sedangkan pelaku judi lainnya yang tak bisa kabur hanya bisa menyerahkan diri untuk kemudian diamankan oleh petugas.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo yuwono, ada sebanyak 133 orang yang berhasil diamankan berkaitan dengan kasus perjudian tersebut. Dari 133 orang yang ditangkap, sejumlah 91 orang diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dimana 42 tersangka merupakan penyelenggara judi dan 49 tersangka lainnya adalah pemain. Sisanya yakni 42 orang yang masih diamankan masih berstatus saksi. Argo pun menambahkan bahwa ada satu pelaku yang tewas dalam proses penggerebekan saat itu. Diduga pelaku nekat terjun dari lantai 29 karena takut ditangkap oleh polisi. Pelaku tersebut kabur melalui pintu belakang dan langsung lompat ke bawah dan petugas menemukannya dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Kelompom judi RBS29 memang menyewa dua lantai di Apartemen Robinson untuk melakukan kegiatan berjudi. Di lantai 29, biasanya digunakan untuk bermain judi baccarat, paikiu, roulette dan taishio. Sedangkan untuk lantai 30 hanya menyediakan satu jenis permainan saja yakni baccarat karena lantai tersebut dikhususkan untuk para pemain VIP yang mampu memasang taruhan dengan nilai tertinggi saja. Namun baru dioperasikan selama 3 hari, aparat hukum sudah mencium praktek perjudian tersebut sebelum menjadi lebih luas lagi.

Meski baru beroperasi 3 hari, keuntungan yang bisa diperoleh dari kegiatan judi tersebut sudah mencapai 70 juta rupiah. Tak lupa, polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar 200 juta rupiah, mesin penghitung uang, mesin gesek ATM, kalkulator, nota, buku rekening, dan ratusan telepon genggam. Sayangnya dalam penangkapan tersebut, masih ada 7 pelaku termasuk Bandar yang belum tertangkap oleh patugas sehingga masih terus dilakukan pencarian dengan menjadikan mereka sebagai buron. Para tersangka dikenakan hukuman penjara maksimal 10 tahun sesuai dengan Pasal 303 dan atau 303 BIS KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *