Categories
Kriminal

Tim Pemburu Preman Tangkap Tiga Pelaku Judi Dadu

Tingginya jumlah tindakan perjudian di Indonesia mendorong pihak kepolisian untuk lebih aktif dalam melakukan penyelidikan di berbagai daerah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta yang memang banyak dijadikan sebagai sarang kegiatan illegal. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup yang semakin meningkat diiringi dengan sulitnya mendapatkan pekerjaan dan juga uang sehingga tak sedikit orang yang memilih jalan pintas dalam memperoleh penghasilan. Meski dengan cara kotor, para penjudi tetap melakukan aksinya demi sesuap nasi. Padahal resikonya sudah jelas dimana mereka bisa saja ditangkap oleh polisi kapan saja tanpa adanya peringatan, jika sudah terjadi, tentunya mereka sendiri bahkan keluarga pun akan menanggung akibatnya.

Pertengahan tahun 2020 lalu, Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jaya Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) melakukan penggerebekan di tempat perjudian dadu koprok di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Selama penggerebekan, tentunya ada hasil yang didapatkan dimana tim tersebut berhasil menciduk tiga pelaku. Penggerebekan yang dilakukan oleh pihak berwenang kali ini tak lepas dari laporan yang dilakukan masyarakat di lokasi sekitar.

Masyarakat merasa resah karena kegiatan illegal tersebut dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya. Tim Pemburu preman pun tak ingin tinggal diam dan melakukan sejumlah penyelidikan. Begitu mendapatkan kepastian bahwa lokasi tersebut memang sering dijadikan sebagai tempat berjudi dadu, maka petugas pun langsung mendatangi lokasi untuk meringkus kegiatan yang berlangsung.

Baca Juga :  Jutaan Duit Disita, Bandar Judi Dadu Diciduk Tim Macan Polres Kutim

Kasat Reskrim Polrestro Jakbar, Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan bahwa ketika sampai di lokasi, banyak pelaku judi yang masih melangsungkan aksinya yakni bermain judi koprok. Pada akhirnya petugas berhasil mengamankan tiga pelaku judi dadu melalui penggerebekan tersebut. Kasat Samapta Polrestro Jakbar, AKBP Agus Rizal mengungkapkan pula bahwa ketiga pelaku yang ditangkap merupakan pelaku perjudian yang ditangkap pada hari Minggu 26 Juli 2020 kemarin saat malam hari. Ketiga pelaku tersebut diantaranya berinisial DM (36 tahun), RU (43 tahun), dan SY (58 tahun).

Agus juga menambahkan bahwa dalam penangkapan tiga pelaku perjudian kala itu, petugas juga berhasil menyita sejumlah benda yang akan dijadikan sebagai barang bukti. Benda-benda tersebut meliputi meja yang bertuliskan angka-angka, dua unit sepeda motor, tiga buah kocokan dadu, KTP dari masing-masing pelaku, satu buah tas, dan berbagai surat pegadaian. Selain itu, ada pula satu buah dompet, kartu ATM, uang sebesar 9,13 juta rupiah dan dua unit ponsel genggam. Demikian penuturannya kepada bigtitpatrolbig .

Dengan semakin maraknya pelaku perjudian darat belakangan ini memang tak lepas dari sulitnya mencari uang selama masa pandemic ini dimana banyak orang yang harus menadi pengangguran setelah dipecat dari pekerjaannya. Banyak keluarga yang harus menahan lapar karena kekurangan uang untuk membeli kebutuhan pokok. Judi dijadikan sebagai jalan utama mencari uang yang dianggap paling mudah dilakukan. Namun seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia berlaku aturan yang melarang siapapun untuk berjudi, sehingga tidak heran jika masyarakat pun turut bekerjasama dengan pihak berwenang dalam memberantas kegiatan tidak resmi tersebut. Jika tanpa kerjasama masyarakat tentunya polisi akan kesulitan dalam menangkap pelaku satu per satu.

Dalam kasus penangkapan tiga pelaku judi di kembangan Jakbar, hukuman yang akan dibebankan kepada para pelaku adalah penjara maksimal 10 tahun sesuai dengan pasal 303 KUHP. Dengan hukuman tersebut diharapkan pelaku bisa jera dan tak kembali melakukan tindakan perjudian setelah keluar dari penjara sebab jika melakukan kejahatan lagi maka hukumannya akan lebih berat dibandingkan sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *